Perpisahan Dengan Nabi, Wasiat Berharga Dari Nabi

Meninggalnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Sang Nabiyur Rahmah menyebabkan kegoncangan di hati para shahabat. Manusia terbaik yang selama ini membimbing menuntun mereka meninggal dunia. Rasa gelisah dan haru bercampur. Sampai ada yang tak percaya bahwa beliau telah meninggal.
Sampai Abu Bakr Ash-Shiddqi radhiyallahu ‘anhu mengingatkan: “Siapa di antara kalian yang menyembah Muhammad maka Muhammad telah meninggal. Dan siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tak akan pernah mati.” kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya:
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun.” (QS. Ali Imran: 144)
Umar bin Al-Khaththab ketika mendengar Abu Bakr membacakan ayat itu berkata:
“Demi Allah, tidak ada apa-apa, selain aku mendengar Abu Bakr membacanya, lalau akupun takjub dan kebingungan hingga kedua kakiku tidak mampu menyanggaku lagi hingga aku terhatuh ke tanah. Ketika mendengar Abu Bakr membacanya, akupun tahu bahwa Nabi memang telah meninggal.”
Begitulah sedikit kisagh saat nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal. Dapatkan dan baca kisah di buku yang mengharukan seakan kita mengalami sendiri dan hidup di masa itu, sehingga kita terbawa oleh suasana ketika itu.

Description

Judul: Perpisahan Dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Kisah Nyata Penggetar Jiwa, Wasiat-wasiat berharga dari nabi menjelang kepergian beliau menuju ar-Rafiq al-A’la
Penulis: Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani
Penerbit: Lentera Keluarga Bahagia
Ukuran: buku sedang, 14,5 x 20,5 cm, 144 hal, uv, soft, shrink